Swaranews.com – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati halaman utama Pondok Pesantren Al-Fattah Kikil, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, dalam peringatan Dzikro Haul Akbar Masyayikh, Sabtu malam (22/2). Acara ini menjadi momentum spiritual bagi para santri dan masyarakat dalam mengenang para ulama yang berjasa dalam pengembangan pesantren.
Rangkaian kegiatan Haul diawali dengan Majelis Sima’an Al-Qur’an dan Ziarah Maqbaroh Masyayikh. Puncak peringatan ditandai dengan Pengajian Akbar yang disampaikan oleh KH. Dr. Muhammad Habib Abdus Syakur, MA, serta pembacaan Maulid Nabi bersama Jam'iyyah Diba'iyyah Madad Yaa Nabi, diiringi oleh 1.000 penabuh rebana yang menambah syahdu suasana.
Baca Juga: Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fattah Kikil, KH. Hammam Fathulloh HB, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.
Sementara itu, dalam mauidzah (nasehat)-nya, KH. Habib Syakur menegaskan pentingnya sanad keilmuan dalam tradisi pesantren. "Sanad Kiai Burhan dan Simbah Kyai Bakri insyaallah juga nyambung dengan sanad keilmuan saya yang juga menjadi santri Kyai Ali Maksum. Hubungan antara Tremas, Lasem, Krapyak, dan Kikil menjadi cerita yang sangat masyhur," ujarnya.
Baca Juga: Lirboyo Jantung Syuriah, Pabrik Struktural NU
Peringatan Haul tahun ini memiliki makna khusus, mengingat ini adalah Haul ke-2 KH. Moch. Burhanuddin HB dan Haul ke-48 KH. Bakri Hasbulloh. Kedua tokoh ini dikenal sebagai pilar penting dalam perkembangan Pondok Pesantren Al-Fattah Kikil, yang terus berperan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berilmu.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan, menjadi ajang refleksi bagi para santri dan masyarakat dalam meneladani perjuangan para ulama. (muz)
Baca Juga: Ansor Jatim Gelar Lailatul Isnad Perkuat Rantai Keilmuan
Editor : amar