Swaranews.com – Suasana heroik dan penuh haru menyelimuti Hotel Majapahit pada Minggu (21/9) malam. Di lokasi yang menjadi saksi bisu perobekan bendera Belanda, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, turut ambil bagian dalam sebuah pertunjukan teatrikal yang membangkitkan kembali semangat perjuangan arek-arek Suroboyo.
Acara yang digelar untuk mengenang peristiwa bersejarah di hotel yang dahulu bernama Yamato itu menjadi lebih hidup dengan orasi berapi-api dari Yona, yang akrab disapa Cak Yebe. Di hadapan para hadirin, ia menyerukan renungan mendalam tentang pengorbanan para pahlawan.
Baca Juga: Dispendik Pastikan MPLS Berjalan Kondusif dan Ramah Anak
“Di tempat yang penuh sejarah ini, kami menundukkan kepala bukan karena kalah, tapi untuk mengenang mereka yang telah berpulang dalam kemuliaan perjuangan. Jadikan darah mereka pelita yang menuntun generasi kami ke jalan kebaikan,” seru Cak Yebe dengan suara bergetar.
Pidato tersebut menggema, menghidupkan kembali bara semangat patriotisme. Dengan lantang, ia memimpin sebuah sumpah simbolis untuk menjaga marwah Kota Pahlawan dan keutuhan Indonesia, menegaskan bahwa Surabaya adalah simbol keberanian yang menyatukan berbagai latar belakang.
“Kami bersumpah, mereka akan selalu hidup di Surabaya. Surabaya bukan sekadar kelahiran, tapi keberanian yang tak bisa dibeli. Dari berbagai suku dan keyakinan, kami bersatu. Bergerak tanpa perintah, melawan demi satu nama: Indonesia!” pekiknya.
Baca Juga: Pemkot Surabayq Perluas Kelas Bahasa Inggris Gratis hingga Balai RW dan Rusun
Dalam pertunjukan teatrikal ini, Cak Yebe tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi menjelma menjadi aktor yang menyulut kembali api kebangsaan di hati generasi muda. Ia menutup orasinya dengan doa penuh harap untuk persatuan dan kekuatan bangsa.
“Berkahilah Surabaya, berkahilah Indonesia. Satukan kami dalam kasih dan persaudaraan. Kuatkan kami dalam cinta dan tujuan. Agar Merah Putih bendera ini tak hanya berkibar di tiang, tapi juga dalam gagah setiap insan,” doanya.
Baca Juga: Hotline Lapor Cak Eri Terima 87 Aduan Iuran Kampung, Pemkot Tegaskan Wajib Disetujui Lurah
Yona Bagus Widyatmoko menegaskan bahwa acara ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar seremoni peringatan. Menurutnya, ini adalah penegasan kembali identitas dan harga diri bangsa.
"Momen ini bukan hanya peringatan, tetapi pernyataan: bahwa jiwa Surabaya adalah jiwa yang tak sudi diinjak, karena Ia dilahirkan untuk merdeka," pungkasnya. (Mar)
Editor : redaksi