Swaranews.com — Pelaksanaan Program Peduli Progresif berlangsung penuh keakraban di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (5/10/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pembinaan sepak bola usia dini di Kota Pahlawan.
Turut hadir dalam acara tersebut Kadisbudporapar Kota Surabaya Hidayat Syah, Asprov PSSI Jatim Bidang Pembinaan Usia Dini Raja Siahaan, serta jajaran Exco PSSI Askot Surabaya yakni Ali Smith, Syaiful Anwar, dan Abdullah.
Pelaksanaan berlangsung sederhana namun sarat makna. Dalam kegiatan itu, dibagikan apparel dan perlengkapan berupa satu kaos polo untuk pelatih dan dua bola untuk setiap tim peserta, serta bantuan paket sembako bagi seluruh pihak yang terlibat dalam Liga Progresif, baik tim, klub, maupun panitia.
Penyerahan simbolis apparel dan perlengkapan dilakukan oleh Kadisbudporapar Kota Surabaya Hidayat Syah dan Asprov PSSI Jatim Raja Siahaan. Sementara bantuan sembako diberikan secara simbolik oleh Exco Surabaya Ali Smith, Syaiful Anwar, serta Hermawan, selaku Kabid di Kadisbudporapar Kota Surabaya.
Koordinator Liga Progresif Emil Indra Gunawan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan program ini.
“Terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Tanpa kepedulian bersama, Program Peduli Progresif dan Liga Progresif 3 tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Exco PSSI Askot Surabaya Syaiful Anwar juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Asprov PSSI Jatim dan Pemkot Surabaya.
Baca Juga: Wali Kota Eri Resmikan Wajah Baru Lapangan Potro Agung
“Apparel dan perlengkapan yang diberikan sangat membantu pelatih dan peserta. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Hidayat Syah dan jajarannya yang selalu mendukung sepak bola Surabaya. Kami berkomitmen terus memperkuat konsolidasi dan komunikasi dengan semua pihak agar pembinaan usia dini semakin maju,” ungkapnya.
Sementara itu, Pembina Liga Progresif Abdullah menegaskan bahwa perjalanan Liga Progresif menunjukkan perkembangan signifikan.
“Liga Progresif pertama hanya diikuti 12 tim dengan satu kelompok usia U-15. Kini sudah berkembang menjadi 34 tim dengan tiga kelompok usia, yakni U-13, U-15, dan U-17,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, tahun ini penyelenggaraan Liga Progresif menerapkan kartu anggota pemain, yang memudahkan proses verifikasi data dan mencegah manipulasi usia. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menuju pembinaan yang lebih profesional.
Sebagai penutup rangkaian, pada akhir Oktober 2025 mendatang, Liga Progresif akan kembali memutar turnamen untuk kelompok usia U-10 dan U-12. Hal ini menjadi bagian dari sistem pembinaan berjenjang yang diharapkan mampu memperkuat fondasi sepak bola usia dini, baik di Surabaya maupun di Jawa Timur. (Mar)
Editor : redaksi