Sambut Sumpah Pemuda, Legislator PKB Surabaya Soroti Tiga Pondasi Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

avatar amar
Tubagus Lukman Amin, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya. (Amar)
Tubagus Lukman Amin, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya. (Amar)

Swaranews.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendapat atensi khusus dari legislator muda DPRD Kota Surabaya, Tubagus Lukman Amin. Ia menekankan bahwa generasi muda saat ini memegang peran krusial dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya ini menyebut ada tiga pondasi utama yang harus dimiliki generasi muda untuk menyongsong kejayaan tersebut.

Baca Juga: Hotline Warga Jangan Berhenti di Kelueahan, Anas Karno Minta Terhubung hingga RT/RW

"Generasi muda hari ini akan menyongsong Indonesia Emas 2045. Bonus demografi ini berawal dari kemampuan kapasitas pendidikan dan tentu saja juga akhlak yang dimilikinya," urai Tubagus Lukman Amin, saat ditemui di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, tiga pondasi utama tersebut adalah kemampuan akademis, kreativitas, dan akhlak.

"Pertama, kemampuan akademis. Kedua, kreativitas dan yang ketiga yaitu akhlak. Ini adalah pondasi utama dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045," paparnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Lurah hingga OPD Respons Serius Semua Sidak Wali Kota Eri Cahyadi

Pria yang akrab disapa Bagus ini juga menggarisbawahi bahwa pemuda harus mampu berkreasi untuk menciptakan inovasi baru yang positif dan konstruktif. Ia mendorong agar inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata.

"Yang tentu tidak hanya bisa menguntungkan secara ekonomi, tetapi lebih besar dari itu yang berdampak pada kemajuan dan kemaslahatan bagi masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Perwakilan RT-RW Tambak Wedi Serahkan Surat Permohonan Hearing ke DPRD Surabaya

Menutup pernyataannya, Bagus menegaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda merupakan sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Momen tersebut menjadi simbol persatuan atas keragaman yang terjadi di era kolonialisme.

"Semangat kebangkitan nasional dikobarkan oleh generasi muda dan membuktikan bahwa eksistensi pemuda dalam tonggak sejarah selalu berkontribusi besar," tukasnya. (Mar)

Berita Terbaru