Ini Pesan Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto dalam Lomba Yel-Yel Eco School 2025

avatar amar
Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto (atas) dan peserta Lomba Yel-Yel Eco School 2025 dari SMPN 15 Surabaya (bawah). (Amar)
Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto (atas) dan peserta Lomba Yel-Yel Eco School 2025 dari SMPN 15 Surabaya (bawah). (Amar)

Swaranews.com - Dalam rangka Dies Natalis Universitas Airlangga Ke-71 menggelar Lomba Yel-Yel Surabaya Eco School 2025. Kegiatan ini mengangkat tema Gebyar Langgam Orang Madura (GeLoRa). Ratusan siswa - siswi dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama menampilkan berbagai kreasi dan tampilan mereka diatas panggung. Lomba tersebut digelar di Kampus C Unair, Jalan Merr, Surabaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan lomba yel-yel lingkungan hidup yang dikemas dalam GeLoRa (Gebyar Langgam Orang Madura) 2025 kali ini mengingatkan dirinya pada saat Kota Surabaya sering menggelar lomba green and clean. Cuma pesertanya adalah para Ibu dan Bapak dengan pakaian atau kostum dari produk daur ulang dan lagu-lagu bersyair penyemangat untuk menjaga lingkungan.

Baca Juga: Dispendik Pastikan MPLS Berjalan Kondusif dan Ramah Anak

“Pada siang hari ini Saya melihat semangat itu muncul kembali. Oleh karena itu saya minta agar kalian terus memiliki semangat untuk pengelolaan lingkungan. Laksanakan apa yang telah diajarkan oleh bapak ibu guru kalian. Mulai dari hal terkecil hingga kepada upaya penyelamatan lingkungan secara umum. Siapapun nanti juaranya, mari kita bersepakat dan tetap semangat untuk menjaga bumi semakin lestari,” papar Dedik Irianto, Minggu (16/11/2025) siang.

Pada kesempatan itu, Dedik menyebutkan bahwa sebelumnya sudah terpilih 117 Finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan. Mereka masing-masing memiliki proyek untuk mengelola lingkungan. 

“Mereka adalah generasi alfa yang luar biasa. Untuk pencegahan kerusakan lingkungan dengan melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang terjadi di muka bumi ini. Baik mengelola sampah maupun tumbuh-tumbuhan,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Surabayq Perluas Kelas Bahasa Inggris Gratis hingga Balai RW dan Rusun

Dedik Irianto juga menyampaikan bahwa perubahan iklim ini semakin hari semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu dirinya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Pahlawan untuk bersama-sama menjaga lingkungan ini. Karena salah satu penyebab perubahan iklim adalah akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

“Nah, adik-adik bisa mencegah dengan melakukan mitigasi adaptasi. Sebab, salah satu perubahan iklim ini memang disebabkan oleh perilaku manusia, yaitu dengan membuang sampah sembarangan, memotong pohon dan sebagainya. Sehingga Pangeran dan Puteri Lingkungan ini difokuskan pada pengelolaan sampah dan menanam pohon,” tegasnya. 

Baca Juga: Hotline Lapor Cak Eri Terima 87 Aduan Iuran Kampung, Pemkot Tegaskan Wajib Disetujui Lurah

Dedik menyampaikan semoga dengan semangat para peserta yel-yel eco school kali ini, bisa menjadikan kondisi lingkungan dan bumi ini semakin membaik. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dicatat oleh Allah Subhanahu Wata’ala sebagai amal ibadah kita. Karena, seperti yang diajarkan di Al Qur’an, sebagai umat Islam kita punya kewajiban menjaga hubungan, selain hablum minannas dan Hablum minallah kita juga diwajibkan Hablum minal alam.

“Jadi hubungan dengan alam harus tetap kita jaga sehingga bumi kita tetap lestari,” pungkas Dedik Irianto. (Mar)

Berita Terbaru

Peristiwa,

Disdukcapil Genjot IKD

Swaranews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi administrasi kependudukan, baik melalui