Swarane]ws.com - Suksesi kepemimpinan di tubuh Komite Olah Raga Nasional Indonesia (Koni) Kota Surabaya akan berlangsung pada Nobember 2025 ini. Mamun gaungnya dirasa masih adem ayem di publikasi secara umum.
Menanggapi jal itu beberapa tokoh masyarakat Kota Pahlawan ini menyampaikan pendapatnya. Kali ini seorang pengusaha muda dari Surabaya selatan, Zahdi, S.H., yang mengatakan bahwa gaung suksesi di Koni Surabaya masih senyap.
Baca Juga: Dispendik Pastikan MPLS Berjalan Kondusif dan Ramah Anak
"Suksesi kepemimpinan di sebuah organisasi memang harus ada proses kaderisasi yang mumpuni. Dalam artian bahwa momentum Koni Surabaya pada hari ini kan memang harus ada perombakan besar-besaran. Harus ada kaderisasi," ujar, Zahdi, Rabu (19/11/2025) di kawasan Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
Dirinya yakin dari beberapa calon yang ada, pasti ada yang lebih berkualitas. Ada yang lebih bijaksana, bagaimana memikirkan atlet-atlet di Kota Surabaya.
"Karena bagaimanapun atlet-atlet Surabaya itu adalah Barometer atlet di kancah olah raga level nasional, bahkan di tataran internasional," ungkap Zahdi.
Pengusaha muda yang juga dikenal sebagai aktivis sosial ini menyebutkan bahwa ada bibit-bibit unggul yang sekarang malah berlaga mewakili Kabupate/Kota di luar Kota Surabaya. Zahdi menyebut, ada salah satu atlet belia yang saat ini main di Jakarta.
"Sebenarnya dia asli Surabaya main di Jakarta kebetulan salah satu atlet bulu tangkis. Kami mendengar dari curhatan dari orang tuanya bahwa perekrutan terhadap atlet-atlet atau calon bibit unggul Ini masih berdasarkan like dan dislike dan lebih cenderung nepotisme. Seharusnya transparan, dengan melihat kualitas atlet tersebut. Kalau memang mau mencari bibit-bibit unggul yang sifatnya regeneratif. Kalau hanya itu-itu saja ya jangan Koni Surabaya, ganti namanya jadi Koni family saja,"terangnya.
Terkait sosok pemimpin Koni Surabaya mendatang, Zahdi berharap harus terbuka dengan semua kalangan. Dia harus jujur.
"Ketika ini amanah dibebankan kepada personal itu. Memang harus jujur dan juga dia harus mampu menyeimbangkan dengan perkembangan dunia digital saat ini yang sangat luar biasa larinya. Apalagi dari 4.0 sekarang sudah 5.0," papar Zahdi.
Dia mengamati salah satu kandidat Ketua Koni Surabaya menyebutkan industrialisasi olah raga.
Baca Juga: Pemkot Surabayq Perluas Kelas Bahasa Inggris Gratis hingga Balai RW dan Rusun
"Baiklah kalau begitu, Tetapi jangan sampai hal itu malah menjadikan ladang bisnis hanya untuk kepentingan orang. Tapi melahirkan untuk pemanfaatan banyak orang. Jangan sampai dijadikan ladang bisnis oknum. Karena Koni ini adalah wadah Para pengurus cabor yang mengasah kemampuan masing-masing atletnya," jelas Zahdi.
Untuk itu dirinya juga mengingatkan agar Pemerintah Kota Surabaya mengakomodir itu semua. Termasuk DPRD yang memiliki fungsi pengawasan harus mengawasi.
"Karena bagaimanapun dukungan dari sisi Legislatif dan Eksekutif itu penting untuk sekelas Koni Surabaya. Dalam hal ini Disbudporapar secara langsung lah bisa lakukan itu," jelas Zahdi.
Terkait anggaran, dirinya menilai bahwa perhatian Pemkot Surabaya terhadap Koni Surabaya sudah luar biasa.
Tetapi kadang oknumnya ini, orang di sekitarnya ini yang kurang cepat komunikasi.
Baca Juga: Hotline Lapor Cak Eri Terima 87 Aduan Iuran Kampung, Pemkot Tegaskan Wajib Disetujui Lurah
"Jadi agak kusut di tengah gitu loh. Contoh kayak kemarin itu kejadian apresiasi terhadap atlet beeprestasi tidak segera terpenuhi, nunggu ditagih. Nah, ini kan tidak baik sebenarnya," tegas Zahdi.
Dia menyatakan bahwa suksesi di Koni Surabaya harusnya lrbih transparan dari awal hingga akhir. Sehingga mampu melahirkan pemimpin yanh amanah, jujur dan terbuka.
"Terbuka untuk semuanya. Siap menerima kritik dan saran. Karena bagaimanapun sebagai pemimpin dia harus menerima kritikan saran dan juga dia harus lebih mengedepankan dalam manajemen Koni kota Surabaya. Sekali lagi saya tegaskan dari proses pencalonan harus transparansi dan jujur itu aja" pungkas Zahdi. (Mar)
Editor : redaksi