Swaranews.com — DPK GMNI Komisariat Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya sukses menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) dengan tema “Membentuk Marhaenis Muda Sebagai Pelopor Rekayasa Teknologi Berbasis Kebutuhan Rakyat”. Kegiatan ini berlangsung pada 14–16 November 2025 bertempat di Agroedupark UNITRI Malang, Jaten, Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
KTD ini bertujuan memperkuat karakter, ideologi, serta kompetensi teknis kader GMNI agar mampu merespons dinamika teknologi dan menjawab kebutuhan rakyat melalui rekayasa yang berkeadilan. Melalui pendekatan praksis, peserta tidak hanya menerima materi ruang, tetapi juga melakukan praktik analisa sosial langsung.
Baca Juga: KPPRA Indonesia Apresiasi Pelaksanaan MPLS di Kota Surabaya
Sebagai bagian dari kurikulum pengkaderan, peserta melaksanakan analisa sosial dengan masyarakat di Desa Dalisodo, sebuah desa di lereng Pegunungan Kawi yang dikenal memiliki potensi besar di sektor hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Komoditas utama seperti cengkeh, jeruk, kopi, jagung, tebu, serta usaha peternakan kambing menjadi fokus pengamatan peserta untuk memahami hubungan antara teknologi, produksi rakyat, dan kedaulatan ekonomi desa.
Salah satu akademisi UNITRI dan juga senior, Noviana Suprajitno, turut hadir memberikan materi penguatan ideologis serta perspektif pembangunan kerakyatan di era digital. Melalui paparan tersebut, peserta didorong untuk memahami bagaimana rekayasa teknologi dapat menjadi alat perjuangan kaum Marhaenis dalam memajukan sektor-sektor strategis berbasis kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, hingga Cek Kesehatan Gratis
Ketua Komisariat Teknik, Josh Leo, menyampaikan bahwa melalui KTD ini pihaknya ingin melahirkan teknokrat muda yang tidak tercerabut dari realitas sosial. “Rekayasa teknologi tidak boleh hanya menjadi konsumsi industri besar, tetapi harus dapat menjawab persoalan-persoalan rakyat di desa, sebagaimana nilai fundamental Marhaenisme,” ujarnya, kemarin.
Sekretaris Komisariat, Alfin Jundi Firqi, menambahkan bahwa lokasi kegiatan di Agroedupark UNITRI serta praktik analisa sosial memberikan pengalaman nyata bagi peserta untuk melihat peluang dan tantangan pembangunan berbasis masyarakat.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Waspadai Paparan Ideologi Ekstrem, Orang Tua Diminta Lebih Peduli
DPK GMNI Komisariat Teknik UNTAG Surabaya menegaskan bahwa kaderisasi ini merupakan langkah konkret untuk menyiapkan generasi Marhaenis muda yang progresif, berilmu, dan mampu menjadi pelopor rekayasa teknologi yang humanis sesuai kebutuhan rakyat dan menjadi momentum penting bagi GMNI Fakultas Teknik untuk memperkuat tradisi intelektual, militansi, serta semangat pengabdian kader kepada rakyat, sejalan asta cita dengan nilai-nilai Marhaenisme yang terus relevan dalam menjawab tantangan pembangunan Nasional yang Modern. (Mar)
Editor : redaksi