Swaranews.com – Pemerintah Kota Surabaya resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Salah satu poin yang menjadi perhatian publik adalah alokasi anggaran khusus untuk pemuda sebagai bentuk intervensi dan dukungan terhadap generasi Gen Z.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menjelaskan bahwa anggaran ini secara filosofi diarahkan untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di kalangan pemuda serta menurunkan tingkat kemiskinan di kampung-kampung.
Baca Juga: Dispendik Pastikan MPLS Berjalan Kondusif dan Ramah Anak
“Indikatornya dua hal itu. Ketika anggaran ini diluncurkan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, sampai RW, harapannya pada akhir 2026 pengangguran terbuka khususnya pemuda menurun, begitu juga kemiskinan keluarga di kampung,” ujar Cahyo kepada Swaranews.com, Rabu (26/11/2026).
Sasaran Anggaran Per RW
Cahyo menjelaskan bahwa anggaran ini dihitung berbasis keluarga, tetapi teknis pelaksanaannya berbasis RW. Setiap RW direncanakan menerima Rp5 juta per bulan selama tujuh bulan, sehingga total anggaran yang diperoleh setiap RW mencapai Rp35 juta.
“Ini untuk pemuda ya. Sekali lagi, ini untuk pemuda, bukan untuk kepentingan lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, kelompok pemuda dari berbagai unsur dapat mengajukan proposal, tidak terbatas hanya karang taruna. Remaja masjid atau kelompok pemuda umum juga diperbolehkan selama sejalan dengan tujuan program.
Proposal menjadi penting sebagai dokumen perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi program.
Peluang Kolaborasi dan Fleksibilitas Antar-RW
Cahyo menyebutkan ada beberapa wilayah RW yang tidak memiliki pengangguran atau keluarga miskin. Dalam kondisi seperti itu, anggaran dapat dialihkan ke RW lain dalam satu kelurahan agar tetap tepat sasaran.
Baca Juga: Pemkot Surabayq Perluas Kelas Bahasa Inggris Gratis hingga Balai RW dan Rusun
“Koordinator tingkat kelurahan harus pandai mengatur. Misalnya di satu RW lebih, di RW lain kurang. Bisa digabungkan atau disinkronkan. Bahkan kampung-kampung tematik bisa dipadukan agar saling melengkapi,” jelasnya.
Ia mencontohkan bagaimana kelompok pemuda bisa membangun ekosistem ekonomi terpadu dalam satu kawasan: kelompok produksi, tim pemasaran berbasis media sosial, hingga usaha distribusi dan transportasi.
“Harapannya ada ekosistem yang terbangun. Tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi ada kolaborasi sehingga usaha mereka berjalan baik,” katanya.
Ajak Pemuda Bersiap Menyambut Program
Sebagai program baru, Cahyo menyadari akan muncul dinamika dan perbedaan pendapat. Ia mengimbau agar setiap persoalan dibicarakan bersama demi mencapai tujuan.
Baca Juga: Hotline Lapor Cak Eri Terima 87 Aduan Iuran Kampung, Pemkot Tegaskan Wajib Disetujui Lurah
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika mereka bisa berorganisasi, berkolaborasi, dan bekerja sama dengan baik, insyaAllah masa depan Surabaya dan bangsa ini akan lebih baik,” pungkasnya.
Memasuki akhir 2025, ia menegaskan bahwa waktu ini menjadi momen penting bagi pemuda untuk mulai mengonsolidasikan kekuatan, merencanakan program, dan memetakan potensi di kampung masing-masing agar siap menyambut implementasi anggaran tersebut. (Mar)
Editor : redaksi