PNIB: Jangan Nodai Ramadan dengan Intoleransi

avatar Amar
Gus Wal Ketua Umum PNIB. (Tim)
Gus Wal Ketua Umum PNIB. (Tim)

Swaranews.com - Ramadhan pada hakikatnya menjadi bulan menahan hawa nafsu melalui ibadah puasa. Umat Islam di seluruh Nusantara menyikapinya dengan berbagai tradisi yang meskipun berbeda-beda, namun tujuannya sama, yaitu memohon keberkahan Allah SWT di bulan penuh hikmah dan ampunan. 

"Umat Islam mendapat keistimewaan selama satu bulan untuk mensucikan lahir dan batin melalui ibadah puasa Ramadan. Bulan istimewa ini sudah seharusnya dimanfaatkan umat muslim untuk menahan diri dari berbagai agenda unfaedah. Hentikan dulu propaganda khilafah dan radikalisme di medsos. Stop provokasi negara khilafah dari mimbar ke mimbar. Semua demi menghormati bulan suci Ramadan jika kita merasa umat Islam," jelas AR Waluyo Wasis Nugoho (Gus Wal) Ketua Umum PNIB saat diwawancarai awak media di Banyuwangi, Jum'at (20/2/2026).

Baca Juga: KH KRT Abdul Chalim: Sebagai Dzuriyah Walisongo Gus Gudfan Simbol Pemersatu yang Layak Menakhodai PBNU

PNIB sebagai ormas kebhinekaan anti intoleransi, radikalisme dan terorisme masih menganggap perjuangan melawan faham khilafah dan wahabi tidak boleh berhenti meskipun memasuki bulan Ramadan. Gus Wal masih menemukan provokasi intoleransi, khilafah dan teroriame justru makin marak di tengah - tengah masyarakat serta di medsos dan game online pada bulan Ramadan.

"Seperti tahun tahun sebelumnya kaum sarabpatigenah memanfaatkan momentum keagamaan untuk menyebarkan intoleransi, khilafah dan terorisme. Yang harus diwaspadai adalah perbedaan awal puasa pengikut NU dan Muhamadiyah seringkali dijadikan ajang mengadu domba oleh kelompok ideologi transnasional. Perbedaan yang seharusnya menjadi rahmat justu oleh mereka dijadikan bahan memecah belah" lanjut Gus Wal.

Baca Juga: PNIB: Mahasiswa Itu Pejuang Intwlektual Harapan Bangsa Tidak Terbeli Berapapun Nominalnya

PNIB mengimbau semua pihak untuk menghormati bulan Ramadan secara konsisten. Menyadari bahwa selama sebulan sepakat menahan diri dari lapar, dahaga, nafsu dan Ankara murka untuk bersama-sama menjalankan perintah Allah SWT tanpa syarat.

"Mari kita saling mengingatkan semua perilaku negatif yang biasa terjadi sebelumnya, bisa dihentikan sejenak di bulan Ramadan ini. Yang biasa korupsi berhenti sejenak, para mafia kasus stop dulu gratifikasi. Para bandar narkoba stop aksi transaksional selama bulan puasa. Ini semua menjadi bentuk toleransi kita sebagai sesama mahluk ciptaan Allah SWT. Kami segenap anggota PNIB dimanapun berada mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan bagi yang menjalankannya. Semoga bangsa ini senantiasa diberikan berkah dan ampunan oleh Allah SWT dan tetap menjadi Indonesia yang santun, bersatu, berbudaya dan berbhineka tunggal ika di tengah derasnya arus globalisasi" Beber Gus Wal.

Baca Juga: PNIB: Selamat Hari Lahir Pancasila Ideologi Bangsa Indonesia

Dia menyatakan bahwa bagi Bangsa Indonesia, Ramadan lahirkan Kemerdekaan dan persatuan, seyogyanya juga menjadi ajang untuk menguatkan nilai - nilai perjuangan, toleransi dan moderasi beragama, stop dan lawan segala bentuk intoleransi, penyebaran paham khilafah radikalisme terorisme.

"Kita wajib menghormati saudara kita yang tidak berpuasa sebagai amaliah kesabaran dan bersikap toleransi, jangan lagi ada sweeping terhadap warung ataupun rumah makan yang buka untuk menyediakan bagi mereka yang tidak berpuasa. kami meminta aparat penegak hukum Polri dan TNI untuk bersikap tegas kepada para pelaku sweeping warungdan atau rumah makan. Karena justru pelaku sweeping tersebut yang merusak dan menodai ketenangan, kesakralan dan kesucian Ramadan dengan aksi anarkisme, intoleransi, radikalisme terorisme," pungkas Gus Wal. (Mar)

Berita Terbaru

Peristiwa,

Disdukcapil Genjot IKD

Swaranews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi administrasi kependudukan, baik melalui