Swaranews.com - Di tengah gemerlap dunia digital yang semakin mengaburkan nilai-nilai luhur, Mahasiswa KKN-T Kelompok 8 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mendampingi organisasi Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) dalam gerakan dakwah yang inovatif dan relevan terhadap kebutuhan lingkungan saat ini .
Mahasiswa KKN-T Kelompok 8 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang bertempat di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo memiliki beberapa program kerja, salah satunya adalah pendampingan organisasi IPM. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu selepas sholat maghrib.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat
Pendampingan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali organisasi IPM yang sebelumnya pasif.
"IPM di Desa Kedungpeluk ini butuh bimbingan mas, anggoatanya lumayan banyak tapi kurang aktif," ujar Ketua Pengurus Ranting Aisyiyah dalam pertemuan dengan mahasiswa KKN-T (Jum’at, 19 Juli 2024).
Baca Juga: JMAkademy Leadership Camp
Dalam era yang penuh tantangan seperti saat ini, keberadaan IPM harus kokoh sebagai benteng peradaban. Untuk itu mahasiswa KKN-T Kelompok 8 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai agen of change berkolaborasi dengan organisasi IPM Kedungpeluk melakukan penampingan melalui program yang tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga menguatkan karakter dan iman.
Melalui kegiatan yang lebih interaktif dan inovatif kami harap organisasi IPM Kedungpeluk bisa lebih hidup, dan mampu meneruskan tombak perjuangan dakwah islam di Desa Kedungpeluk. Hasil pendampingan ini menunjukan respon yang positif, IPM Kedungpeluk beranjak menjadi organisasi yang lebih aktif dan berkarakter. Dari proses transfer ilmu yang dilakukan melalui kegiatan pendampingan tersebut diharapkan organisasi IPM tidak hanya pandai berteori tapi mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: SPMB SD selesai,Seleksi SMP Masuk Tahap Afirmasivdan Mutasi
Penulis : Muchammad Ubaidillah
Editor : amar