Swaranews.com – UMKM Pempek Palembang Tjek Entis yang berlokasi di kawasan Medayu Utara VIII A, Surabaya, menjadi jujukan studi banding bagi calon purnatugas PT PLN UPDL Banjarbaru. Kegiatan yang bekerja sama dengan PT Magfood Amazing Internasional dan DANANTARA ini bertujuan membekali karyawan dengan wawasan kewirausahaan di bidang frozen food.
Pemilik Pempek Palembang Tjek Entis, Tjek Entis, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program pembekalan masa bakti agar para karyawan memiliki gambaran usaha yang konkret setelah pensiun. Dalam kesempatan tersebut, ia menawarkan konsep kemitraan sebagai salah satu opsi bisnis yang menjanjikan.
Baca Juga: Cara VinFast Membantu Pengemudi Indonesia Meningkatkan Pendapatan Melalui Kendaraan Listrik
“Kami memberikan wawasan tentang peluang usaha pasca-pensiun melalui konsep kemitraan. Kami menyediakan dua paket utama, yakni Rp12 juta dan Rp15 juta,” ujar Tjek Entis, Kamis (7/5).
Paket Rp12 juta mencakup perlengkapan siap jual seperti gerobak, kompor, dan alat penggorengan. Sementara paket Rp15 juta menawarkan fasilitas lebih lengkap, termasuk mesin freezer berkapasitas besar. Meski tersedia paket eksklusif hingga Rp80 juta, Tjek Entis lebih mendorong mitra baru untuk memulai dari paket dasar yang lebih terjangkau.
Merintis usaha sejak 2004, pria asli Palembang ini bercerita bahwa awal perjalanannya tidaklah mudah. Ia sempat melakukan riset mandiri selama tiga bulan untuk menyesuaikan rasa cuko agar bisa diterima lidah masyarakat Surabaya yang kurang menyukai rasa terlalu asam atau pedas.
“Awalnya saya hanya penikmat, tidak bisa membuat pempek. Namun, saya melihat peluang karena saat itu sulit menemukan rasa asli Palembang di Surabaya. Setelah trial and error, akhirnya kami menemukan formula yang pas,” kenangnya.
Kini, bisnisnya telah berkembang pesat dengan kapasitas produksi mencapai 60 hingga 80 kilogram ikan tenggiri dan barakuda per hari. Meski menghadapi tantangan fluktuasi harga bahan baku akibat cuaca, ia tetap mempertahankan harga jual di angka Rp15 ribu per bungkus (isi lima) untuk menjaga loyalitas konsumen.
Baca Juga: Jaga Reputasi Digital, Publik Diingatka Tak Intervensi Karya Jurnalistik
Keberhasilan Tjek Entis juga tidak lepas dari peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya, terutama dalam pengurusan sertifikasi halal dan pendampingan UMKM. Saat ini, ia telah mampu memberdayakan delapan orang karyawan.
Perwakilan PT Magfood Amazing Internasional, Nove, menilai Tjek Entis merupakan mitra yang sangat terbuka dalam membagikan ilmu bisnisnya. Ia mencatat, beberapa peserta pelatihan terdahulu bahkan sudah sukses bergabung menjadi mitra.
“Kemitraan ini tidak dilepas begitu saja. Ada pendampingan intensif selama delapan hari dan proses mentoring selama enam bulan bagi mitra baru,” kata Nove.
Baca Juga: BYD Tech Culture Fest 2026 Melanjutkan Perjalanan Elektrifikasidi Sirabaya
Senada dengan itu, perwakilan PT PLN UPDL Banjarbaru, Burhanudin, menegaskan pentingnya pembekalan ini agar karyawan memiliki kesiapan mental dan finansial saat memasuki masa mandiri.
“Di Pempek Tjek Entis, peserta mendapatkan pengalaman komprehensif, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga strategi distribusi. Ini modal berharga bagi mereka,” pungkas Burhanudin.
Editor : redaksi