Menjelang Kongres Persatuan GMNI DPK GMNI se-Surabaya Mendesak DPP Arjuna Dendy untuk Caretaker SK kepengurusan DPC GMNI

avatar amar
Dokumentasi Ucapan selamat kepada Ketua DPC GMNI Surabaya saat terpilih
Dokumentasi Ucapan selamat kepada Ketua DPC GMNI Surabaya saat terpilih

Swaranews.com - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Surabaya atau di singkat DPK GMNI mengirimkan surat kaleng ditujukan kepada ketua umum DPP GMNI versi Arjuna Dendy oleh sebagian besar DPK GMNI se-Surabaya. Salah satu isi kalimat suratnya adalah : 

"Sehubungan dengan situasi dan kondisi politik Kota Surabaya dan keadaan obyektif bahwa kepemimpinan Bung Prima sebagai Ketua cabang GMNI Surabaya dan Bung Irsyad sebagai sekretaris cabang GMNI Surabaya telah habis masa baktinya, mengingat dilaksanakannya konferensi cabang pada 16 November 2022 dan pelantikan 18 Maret 2023 yang artinya sejak tanggal surat ini kami kirimkan telah lewat dalam satu periode masa jabatan". 

Baca Juga: Jaga Reputasi Digital, Publik Diingatka Tak Intervensi Karya Jurnalistik

Hal itu disampaikan langsung oleh Sarinah Sabrina ketua komisariat DPK  GMNI Hukum UNTAG Surabaya mewakili para ketua DPK yang menginginkan agar DPP GMNI segera mengambil alih dan menunjuk caretaker.

Dalam surat tersebut kami juga kita sampaikan, besar harapan kami agar DPP GMNI untuk mengambil alih kepemimpinan DPC GMNI Surabaya untuk di caretaker SK kepengurusan dan segera menggelar Konferensi Cabang karena SK kepengurusan yang sudah kadaluarsa,” ujar Sarinah Sabrina kepada Swaranews.com, Jum’at (9/5/2025) sore di Surabaya.

Dalam tuntutan tersebut DPK GMNI di Surabaya memberikan ultimatum waktu 7 x 24 jam kepada  ketua umum DPP GMNI untuk menindaklanjuti, apabila tuntutan tersebut tidak dihiraukan DPK GMNI di Surabaya mengambil sikap tegas akan menggelar Konferensi Cabang Luar Biasa. 

Baca Juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua

“Cabang Surabaya yang terkenal dengan cabang historis, kondisi material hari ini tidak pernah menggelar rapat dan kajian - kajian ideologis, organisasi, politik, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain. Pengurus DPC GMNI Surabaya yang melibatkan DPK se-Surabaya,” ungkap Sarinah.

Dirinya menegaskan bahwa saat ini ketua DPC versi Bung Prima tidak pernah menjalankan fungsi silabus organisasi seperti program advokasi kasus Rakyat dan pendampingan perburuhan. Kasus terbaru 2 tahun aksi demonstrasi MAY DAY sebagai hari Buruh Internasional GMNI Surabaya absen.

Baca Juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029

Sementara itu, Rizal dari DPK UNIPA Surabaya menyatakan bahwa Prima selaku Ketua Cabang tidak pernah melakukan konsolidasi komisariat baru di kampus PTN/ PTS di Surabaya yang belum ada basis komisariatnya.

“Perpecahan dua Cabang GMNI Surabaya  yang berjalan dua periode  dengan biaya yang sangat mahal seharusnya menjadi bahan bakar kompetisi yang sehat terhadap program - program kerja cabang,” tuturnya. (Mar)

Berita Terbaru